-Different-
Huh, akhirnya aku pulang juga dari "the bored world". Aku kira, dengan pulangnya aku ke rumah, duniaku akan lebih aman dan faktanya tidak!Aku tidak tahu apakah tetanggaku itu terganggu atau tidak, tapi, kalau saja aku menjadi mereka, itu sangat menganggu. Rasanya ingin sekali aku pergi dari sini dan menjalani kehidupan yang baru.
SKIP
Seperti pagi kemarin lagi,
"Aduh, udah telat nih pasti"sanggahku. Tapi, dimana Anny, Siska, Elya, dan Caroline?
"Hei !"sapa seseorang.
"Oh..hei juga"balasku seraya tersenyum. Dan WOW ! Kejadian kemarin terulang lagi, kataku dalam hati.
"Udah buat pr matematika?"tanyanya.
"Udah, kalau kamu?"tanyaku lagi seraya menjawab pertanyaannya.
"Udah juga"ucapnya.
"Ohyaya " kataku sambil tersenyum. Perasaan nervous pertama yang aku alami padanya. Dia kembali berjalan ke belakang. Lah, kemana tiga orang lagi? ah..untuk apa aku memikirkan mereka, batinku dalam hati.
Tak lama kemudian, aku mengambil buku pelajaran. Tiba-tiba, terlihatlah wajah tampannya. Aku bingung.
"Mm..bukannya, Alex yang duduk disini?"tanyaku padanya.
"Yah itu kerin. Mulai dari sekarang sampai uijan kenaikan kelas nanti, aku bakalan duduk disini"sahutnya. Aku pun ber-oh padanya. Aku kembali melihat ke depan. Coba bayangkan, seorang anak lelaki yang dikejar-kejar oleh anak perempuan di sekolah ini, duduk tepat di belakang kursiku.
"Ehm..!!" aku melihat asal suara itu. Rupanya, suara itu berasal dari pintu masuk kelas. Itu Siska, Caroline, Elya, dan Anny. Mereka melihatku dengan memakai ujung mata. Kenapa ini? Apa yang terjadi? Aku bingung pada diriku sendiri.
Ups, aku lupa bahwa salah satu diantara mereka ada yang suka dengan Justin. Dan sepertinya tadi mereka melihatku yang sedang berbicara dengan Justin. Oh tidak ! Tamatlah riwayatku. Jangan sampai masalah ini menjadi lebih besar lagi. Aku tidak ingin menambah masalah lagi.
SKIP
Pada saat istirahat, Justin mengajakku lagi. Oh tidak, ini akan memperburuk keadaan. Aku menolak ajakannya.
"Gak apa-apa. Ayoo..!"ajaknya, "..Sama aku aja jajannya, kalau kamu enggak ada teman.."sambungnya lagi. Aduh, Justin please jangan kayak gini! teriakku dalam hati. Mereka sudah melihatku sambil berbisik-bisik.
Huh, ini semua akan menjadi kacau! Tiba-tiba, badanku terasa seperti ditarik. Justin menarik tanganku!
"Justin, ya ampun, please jangan tarik-tarik tangan aku.."sahutku sambil menarik kembali tanganku, "..tau gak, gara-gara kamu narik-narik tangan aku, mereka udah ngeliat-liat aku.."sambungku lagi.
"Nggak..tenagn aja kok, ada aku"ucapnya. Aku melihat dia dengan pandangan yang aneh. Sementara dia melihatku sambil tersenyum. Aduh Lily, jangan ge-er dulu. Mungkin ini cuma akal-akalan dia aja, jangan ge-er dulu Lily.. aku berkata dalam hati.
Justin terlihat lengah, ini kesempatanku untuk lari darinya. Yes ! berhasil. Aku pun segera berlari ke kantin. Sambil berlari, aku pun berpikir. Tidak mungking, seorang Justin - penyanyi muda yang tampan dan sukses ini- suka padaku - orang yang pendiam dan tidak banyak ngomong-
Ah..,entahlah !
Tidak ada komentar:
Posting Komentar