Senin, 17 Juni 2013

My Story

-Me, alone-

  Dengan berlari kencang, aku mengeluarkan semua tenagaku. Akhirnya, sampai juga di depan pintu kelasku.
Cklik..*krik..krik..* hening seketika. Entahlah apa yang terjadi dengan mereka.
  "Hai.." kusapa mereka. Satu menit kemudian, memang benar-benar tidak ada yang menjawab. Aku berjalan kebelakang mengambil meja dan kursi. Alhasil, aku duduk sendirian.
  "Lily..udah siap pr kesenian belum?"tanya Trina, salah satu temanku.
  "Udah nih, kalau mau liat ajaa.."sanggahku.
  "Ya ampun kamu baik banget. Makasih yaa "sahut Trina, aku hanya mengangguk sambil tersenyum.

  Oh iya, aku lupa. Perkenalkan, namaku Lily Thompson, kata orang sih aku ini pendiam. Aku sudah tiga belas tahun hidup dan tinggal di dunia yang penuh dengan sandiwara ini. Aku bersekolah di Harrison High School, dan aku menjalani hari-hari yang sangat membosankan di kelasku, 8-1.
  "Lily, sekali lagi, makasih ya " sahut Trina. Aku hanya mengangguk sambil tersenyum. Kelas masih tidak lengkap, karena anak-anak lelaki sedang berada diluar kelas.
  "Mm.., Trina, tadi udah bel masuk belum?"tanyaku pada Trina.
  "Udah lil " jawabnya. Aku heran, bel sudah berdering tapi, guru belum masuk. Aku tidak menghiraukannya.  

  Lalu, aku mengambil buku pr matematika. Orang yang berada di depanku ini, berbicara berbisik-bisik dan sama sekali tidak menganggapku, layaknya seperti debu yang beterbangan. What is my false? teriakku didalam hati. Yasudahlah, biarkanlah mereka menjauhiku. Lagipula, mungkin dengan cara ini aku bisa lebih serius lagi untuk belajar.

  Tiba-tiba, kepala sekolah masuk ke kelas kami.
  "Nak, ini kan kelas 8-1, sebelumnya berada diatas ya?"sanggahnya. Kami mengangguk.
  "Yang anak laki-laki nya mana?"tanya Mr. Charles. Kami menunjuk keluar.
  "Ayo nak, masuk semua!"sahut Mr. Charles. Otomatis, mereka semua pun masuk ke dalam kelas. Karena ini kelas baru, jadi mereka tidak tahu harus duduk dimana. Jadi, mereka semua duduk dibelakang.
  "Hei..! Itu kenapa tidak duduk di belakang dia? " Mr. Charles menunjuk ke arahku. Seketika ribut, 4 orang yang aku tidak tahu siapa duduk di belakangku, 2 orang duduk di barisan tengah, dan 6 orang lagi duduk di barisan paling ujung.

   Aku pun melihat ke belakang. Huh.., kenapa mesti mereka sih, anak-anak nakal itu yang harus duduk di belakangku ? Tapi, aku melihat ada bangku di barisan tengah yang paling depan masih kosong. Apakah aku harus..oh tidak-tidak, aku tidak berani duduk paling depan. Yah, walaupun pada hari jumat nanti salah satu teman baikku datang.

  Akhirnya Mr. Charles pun keluar dari kelas kami. Aku pun mengambil buku yang ada di tasku. Dan yang pasti, terliahatlah muka-muka orang nakal tersebut. Kuperhatikan mereka satu-satu. Alex, Gino, Michel, dan .. Justin? Kok, bisa ada Justin disitu? Aku kira, Justin duduk di barisan yang paling ujung. Aku pun berbalik kembali. Ah, untuk apa aku memikirkan mereka, dasar kurang kerjaan !! aku mengeluh pada diriku sendiri.

  Dengan terburu-buru, Mr. Brian, guru matematika kelas kami, memasuki kelas.
  "Maaf anak-anak, saya terlambat.."dia melirik pada kam tangannya, "..lima menit.."sambungnya lagi.
  "Sekarang coba catat soal di papan, yang akan saya tulis sekarang! Dan tugas ini langsung di kerjakan ya!"perintahnya.
  Aku cepat-cepat mengambil buku tulisku dan langsung mengerjakannya.
  "Mm..Lily..Lily..disuruh ngapain sih?"ada seseorang yang memanggilku, aku pun melihat ke belakang, "..disuruh ngapain sih?"tanya salah satu dari mereka, Alex. Aku langsung menunjuk ke papan.
  "Ohya..makasih ya"sahutnya. Aku mengangguk. Aku pun langsung mengerjakan soal yang ada di papan.

  "Trina..,ini gimana rumusnya?"tanyaku pada Trina.
  "Oh kalau ini, 7 cm dikali dengan 9 cm , bla..bla..bla.."jelasnya.

 TEETT..! TEETT..!
  Bel istirahat pun berbunyi. Semua orang termasuk kelompok anak-anak nakal itu keluar dengan semangatnya. Tunggu dulu..masih ada tersisa satu orang lagi. Dan tiba-tiba dia menghampiriku.
  "Kamu enggak jajan?"tanyanya.
  "Iya aku jajan. Tapi, sebentar lagi soalnya mau beresin buku dulu nih.."jawabku dengan santai saja.
  "Ohyaya, aku duluan ya " sahutnya. Aku mengangguk sambil terseyum kepadanya. Tumben ya, dia nyapa aku.

  Seseorang yang tenar, yang diimpikan para cewek-cewek, menyapaku, yang tidak terkenal baik dibidang kecantikan maupun pengetahuan. Wow.. Segera aku mengambil uangku dan langsung keluar dari kelas. Pada saat sedang perjalanan ke kantin, aku bertemu kembali dengan Justin. Seperti biasa, Justin dan kelompok nakal itu. Aku tidak memedulikan keberadaan mereka. Aku melewati mereka sambil menunduk. Aku tidak berani melihat mereka satu-persatu.

  Tiba-tiba, ada yang memanggilku. Aku tau itu suara siapa. Aku pun melihat ke arahnya.
  "Kok sendiri ? Biasanya kan kalian rame-rame ?"tanyanya heran. Ini kenapa sih, kok nanya mulu daritadi ? batinku dalam hati.
  "Kalian marahan ya?"tanya si kepo satu ini. Aku hanya menggeleng dan tersenyum, ya walaupun terpaksa.

SKIP

  Di kelas, aku tidak biasa mengalami keadaan seperti ini; diam, sunyi, senyap, dan datar. Aku memakan jajan yang kubeli tadi sambil memikirkan, kenapa mereka begitu terhadapku. Tapi, aku berjanji pada diriku sendiri bahwa aku bisa meraih cita-citaku walaupun dengan keadaan dijauhkan begini. Dan juga, aku berharap bisa masuk 10 besar saat ujian kenaikan kelas nanti.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar